Pelapor Kasus Dokumen Palsu WNA Belanda Lakukan Pengamanan Aset Patuna Gelar Kegiatan Manasik Pelaksanaan Haji 2023 Literasi Digital Indonesia 2022 Bergerak Positif Jaya Ancol Tunjuk Komisaris Baru
Property & Hospitality

Alma Corp Kembali Teken MoU Pengelolaan Hotel Baru di Cikini

Alma Corp Kembali Teken MoU Pengelolaan Hotel Baru di Cikini

Foto (istimewa)

Zonaekbis.com | Masa pandemic Covid-19 tak membuat PT Bintang Wisata Mandiri dan PT Alma Madani turut meratapi bisnis perhotelan yang mengalami hantaman keras, bahkan dapat dikatakan menjadi hari suram. Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya MoU antar kedua perusahaan tersebut dalam rangka sewa kelola Hotel Bintang yang berada di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat.

Melatar belakangi dilakukannya sewa kelola Hotel Bintang, Owner PT.  Bintang Wisata Mandiri Momo Pratama W mengatakan, dalam kondisi seperti saat ini, pihaknya mengibaratkan keadaan breakthrough (terobosan). Dirinya juga mengakui, bagaimana masa pandemic saat ini banyak membuat para pengusaha hotel yang mengalami kesulitan.

“Terus terang kita semacam breakthrough, orang-orang bisnis hotel pada tutup, saat ini kami malah melakukan kerjasama. Itu berarti membuka lapangan kerja lagi. Kondisi hotel saat ini berat. Tapi kami yakin dengan kerjasama ini, bisa melakukan yang terbaik buat kami dan semua,” ungkapnya di hadapan awak media.

Menyambung ujaran Owner Bintang Wisata, Presiden Director & CEO Alma Corp Riza Villano SP menjelaskan, pihaknya memang berbisnis tidak melihat sesi atau keadaan. Dirinya percaya, ketika kerja keras itu dilakukan akan membuahkan hasil. 

“Alma Madani beroperasi tidak hanya saat Covid terjadi. Sebelum Covid Alma Madani sudah melakukan bisnis sewa kelola perhotelan. Kita harus optimis dan harus terus menyesuaikan saja, sebelum Covid bagaimana, saat Covid bagaimana dan sesudah Covid bagaimana. Dan kita juga terus ekspansi, dimana  hotel ini dengan rahmat Allah yang maha kuasa, mudah-mudahan dalam waktu yang singkat akan penuh kembali, dan akhirnya akan membuat roda ekonomi berputar. Bukan hanya untuk kami, tetapi untuk masyarakat baik yang bekerja, supplier dan sebagainya. Jadi kita dalam hal ini membantu pemerintah,” paparnya.

Riza menambahkan, kerjasama sewa kelola kali ini merupakan yang keenam dilakukannya. Dirinya mengakui memiliki formula yang mungkin sedikit tidak terpikirkan oleh orang lain. Dirinya mengibaratkan, yang membedakan pemenang dan pecundang itu hanya keberanian. 

“Kami berani mengambil resiko yang ada, tetapi terukur. Kita melakukan semua hal yang bisa dilakukan (dalam bisnisnya), baik itu offline, onlinedan sebagainya. Di Offline kita pergi ke pasar, korporat, travel agent dan sebagainya. Online kita lakukan dengan cara apapun. Ibaratnya kepala jadi kaki, kaki jadi kepala,” imbuhnya. 

COO Alma Corp Robert Manurung menyambut keterangan Riza, dasarnya PT Alma Madani sudah berdiri dari tahun 2013. Jadi konsep sewa kelola ini sudah berjalan sebelum Covid. “Alhamdulillah kita mendapat rezqi dari situ dan melakukan ekspansi, di bisnis yang lain,” terangnya.

“Pada dasarnya moment sekarang adalah moment yang tepat. Bicara konsep bisnis, saluruh bisnis perhotelan semua sama. Cuma bagaimana kita bisa memanfaatkan kondisi dan moment yang ada,” lanjutnya.

Walaupun keyakinan selalu menjadi hal utama dalam menjalankan bisnis korporasi, Robert mengungkapkan, pihaknya tidak sembarang dalam mengambil hotel atau property yang akan dikelolanya.

“Pada dasarnya kita ambil semua market, kecuali Bali. Berbisnis buat kita yang bisa mendatangkan cuan akan kita ambil. Tetapi kita harus bisa melihat itu dari segi apapun. Dan konsep sewa kelola yang kami jalankan, kami tidak sembarangan mengambil hotel, property yang kita sewa kelola ini. Kami mengambil property yang memang menghasilkan,” ungkapnya.

Seperti yang dilakukan sebelumnya, kerjasama dilakukan minimal dalam jangka waktu lima tahun. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kerjasama ini akan terus dilakukan tanpa ada batas waktu.

“Untuk perjanjian kerjasama dilakukan minimum 5 tahun dan maksimum tanpa batas. Pada dasarnya untuk manajemen, kami memiliki standart kami sendiri. Setiap property yang kami sewa kelola mereka harus mengikuti standart yang sesuai kebijakan kami,” katanya.

“Untuk target pencapaian, kami akan serahkan kepada yang Maha Kuasa. Buat kami untuk owner, karyawan semua bisa sejahtera,” pungkas Robert.