Catatan Gemilang SAPX Express Ditengah Ketidakpastian Ekonomi Global Puncak HUT 44 Tahun Perpusnas Wapres Canangkan Gerakan Literasi Desa Rakornas Perpustakaan 2024 Resmi Dibuka Perpusnas Gelar Rakornas Sekaligus Peringatan HUT 44 Tahun
Sisi Lain

Silaturahmi dan Sosialisasi Haji Khusus Patuna Bahas Kenaikan Tarif Haji

Silaturahmi dan Sosialisasi Haji Khusus Patuna Bahas Kenaikan Tarif Haji

Silaturahmi & Sosialisasi Haji Khusus Patuna - Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Selasa 26 Maret 2024

Zonaekbis.com | Bertempat di Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Selasa 26 Maret 2024 kemarin, PT. Patuna Mekar Jaya (Patuna Travel) menggelar kegiatan Silturahmi & Sosialisasi Haji Khusus Patuna. Selain sebagai ajang perkuat ukhuwah islamiyah di bulan ramadan, kegiatan ini juga sebagai wadah update informasi terkait pelaksanaan ibadah haji khusus yang terdaftar di Patuna, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya periode tunggu 2025 - 2031.

"Alhamdulilah hari ini kami bertepatan juga ramadan Patuna menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi haji khusus Patuna periode 2025-2031 wilayah Jakarta yang mana tercatat di database kami saat ini sekitar 2700 jemaah." Ungkap Direktur Patuna H. Syam Resfiadi dalam kesempatan tersebut.

Terkait pelaksanaan haji Syam menjelaskan bahwa ada beberapa update salah satunya soal kenaikan biaya haji khususnya pasca pandemi covid-19. "Ada sejumlah update terkait pelaksanaan haji salah satunya yakni dari segi biaya haji dimana semenjak pandemi setiap tahun selalu ada peningkatan dampak pandemi dimana tahun 2020-2021 tidak ada pelaksanaan haji sehingga ketika kembali diselenggarakan terjadilah kenaikan harga dampak pemulihan ekonomi di Saudi yang tentunya berpengaruh langsung terhadap tarif pelaksanaan haji global yang ditetapkan pemerintah Saudi, " lanjut Syam. 

Kepada para calon jamaah haji, Syam menjelaskan bahwa greenflation tidak hanya untuk perubahan satu energi berubah menjadi energi baru dimana ada cost-cost yang memang harus disiapkan atau dikeluarkan sehingga akhirnya membebankan harga kepada harga jual energi baru itu termasuk di haji dan umrah juga. 

‘’Sehingga pada saat lagi diam 2 tahun tiba-tiba bangkit itu perlu biaya tinggi contohnya bayar listrik lagi. Listrik udah gitu naik 20% dari pemerintah Arab Saudi. Mengambil tenaga kerja baru, karena banyak ekspatriat yang di Arab Saudi itu bekerja di industri-industri untuk urusan haji dan umrah. Karena mereka tidak punya tenaga kerja yang cukup banyak. Kalaupun ada tenaga kerja lokal, biasanya kelas-kelasnya tertentu, gak mau kelas-kelas bawah gitu ya. Minimal mereka supervisor atau manager,” papar Syam. 

Selain itu, kenaikan terjadi karena Pemerintah Arab Saudi menetapkan PPN 20 % sehingga menyebabkan harga tinggi. Sehingga akhirnya bebannya ke harga jual mereka. Lanjutnya, pintarnya Mohammad Bin Salman atau Perdana Menteri Arab Saudi mereka tahu yang pergi haji dan umrah itu bukan orang lokal, karena orang lokal nggak akan pakai hotel-hotel itu. Mereka tinggal datang turun dari bis lalu Tawaf dan Sai. 

‘’Yang bayar hotel dan segala macam fasilitas disanakan orang luar, yang tidak mungkin tinggal di jalan dan makan sembarang tempat. Nah, ini pola pikir itu yang dia menginflasi berapapun tingginya yang menyebabkan harga jual kita juga ikut tinggi. Awal 2022 harga paket hotel sudah naik, Arafah Mina naik termasuk haji regular juga kan merasakan itu,’’tukasnya.

Syam menegaskan bahwa sejak pandemi Covid-19 biaya haji reguler dan khusus naik. Banyak item yang mengalami kenaikan harga seperti hotel untuk jamaah haji.

Secara garis besar, Syam mengatakan kenaikan tarif haji tersebut bahkan hampir mencapai 100 persen tarif haji pra pandemi. Situasi tersebut pun (kenaikan tarif haji) diprediksi masih akan terus terjadi di tahun 2024 ini. 

"Hal ini lah yang kita sosialisasikan agar para jamaah paham bahwa ada kenaika - kenaikan yang luar biasa gejolaknya agar mereka para calon jemaah haji menyiapkan diri mereka adanya situasi-situasi ini, " tutup Syam. 

TERPOPULER